Kamis, 12 Desember 2013

Sekilas Tentang Android dan OS Versi

Ditulis Oleh : Jefri di Duniakomunikasi Updated at: 12:38 AM
Apakah, Siapakah dan untuk apa android itu ?

Tidak banyak diatara kita yang pengen tau apa dan siapa pembuat android tersebut, terkadang kita mencari perangkat mobile phone hanya melihat dari bentuk serta aplikasi-aplikasinya saja.

Pada kesempatan kali ini duniakomunikasi.com mencoba share ulang informasi yang berhubungan dengan alat komunikasi, teknologi komunikasi di tinjau dari sistem operasi perangkat mobilephone/smartphone yang saat ini sedang marak-maraknya, yang isunya akan menyaingi OS Operating Systemnya Iphone - IOS.


sekilas versi android
Android adalah sistem operasi atau perangkat lunak yang di pasang pada perangkat mobilephone / seluler, yang berbasiskan LINUX, sistem operasi atau biasa disingkat dengan sebutan OS.

Saat ini hampir semua perangkat bergerak menggunakan OS android, dikarenakan android yang berbasis linux menyediakan platform terbuka memungkinkan para pengembang dapat saling bekerja sama untuk membuat menciptakan aplikasi-aplikasi terbaru dan dapat digunakan di berbagai piranti bergerak.

Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Pada Juli 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubi, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler. versi android terbaru yaitu versi 3.0. Android juga sudah bergabung dengan beberapa smart mobile seperti Nokia, Sony Ericsson, dan lainnya.

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).

Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.

Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

OS Versi Android

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.


Android versi 1.5 (Cupcake)


Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

Android versi 1.6 (Donut)


Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.


Android versi 2.0/2.1 (Eclair)


Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.

Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.

Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.


Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)


Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.

Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.

Android versi 3.0 (Honeycomb)


Android 3.0 adalah versi yg secara khusus dioptimalkan untuk gadget dengan layar lebar, khususnya, dan yaitu tablet. Dalam versi ini diperkenalkan desain UI yang baru, virtual dan holografis tapi juga elegan dengan model interaksi memfokuskan pada konten.

Dalam versi ini Google membuat multitasking, notifications, Home screen customization, widgets, dan yang lainya juga menjadi lebih interaktif, vibrant, dan memberikan pengalaman 3D tapi tetap familiar dan juga lebih baik dari sebelumnya

Perubahan-perubahan yang dilakukan di versi ini antara lain pada System Bar (di bagian global status dan notifikasi), Action Bar (di bagian application control), customizable Home screens, recent Apps (untuk multitasking yang lebih mudah), keyboard (di desain ulang agar mengetik bisa lebih cepat dan akurat), text selection (copy dan paste yang lebih baik lagi), opsi connectivity yang baru, browser, camera dan gallery, contact, dan email.

Semuanya itu ditujukan agar lebih maksimal di dalam tablet. dan memang versi ini sampai saat versi 4.0 resmi diumumkan hanya beredar dan dipakai di tablet
Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich)

Ice Cream Sandwich didesain untuk baik itu telepon ataupun tablet.

Android ICS menawarkan banyak peningkatan dari apa yg sudah ada di Gingerbread dan Honeycomb dengan pada saat yang sama memberikan inovasi-inovasi baru.

Beberapa peningkatan itu antara lain kemampuan copy paste yang lebih baik, data logging dan warnings, dan kemampuan utk mengambilscreenshot dengan menekan power dan volume bersamaan. Selain itu keyboardnya dan kamus juga mendapat perbaikan.

Inovasi-inovasi baru di ICS antara lain penggunaan fony "Roboto."
di Android 4.0 Ice Cream Sandwich System Bar dan Action Bar, adanya Android 4.0 Ice Cream Sandwich voice control yang memungkinkan kita mendikte teks yang ingin kita ketik. Selain itu Face Unlock merupakan salah satu hal yang menonjol di Android versi baru ini. Juga ada NFC based app yang disebut Android Bump, yang memungkinkan kita untuk bertukar informasi/data hanya dengan menyentuhkan gadget kita.


Android versi 4.1 (Jelly Bean)


Versi android terbaru ini diumumkan pada Google I/O 2012. Beberapa pengembangan yang ditawarkan ada pada performance (atau Project Butter), home screen management yang lebih cerdas, input dan accesibility, camera, android beam, notification, dan google now.

Di sisi performance Google menjajikan fungsi graphic drawing seperti v-sync, triple buffering, dan touch responsiveness yang lebih baik dari saat di ICS. Selain itu juga kemampuan untuk memprediksi aplikasi apa yang akan kita pakai hingga bisa dilakukan pre-loading yang akan membuat os yang lebih smooth.

Pengembangan home screen management yg lebih cerdas membuat pemindahan widgets dan apps di homescreen menjadi jauh lebih mudah. widget dapat di-resize secara otomatis ketika kita memindahkannya dari satu tempat ke tempat lainnya.

Input dan accesibility yang lebih baik dalam Jelly bean membua voice input tidak memerlukan lagi koneksi internet; semua yang kita butuhkan untuk voice-to-text dan fitur suara lainnya sudah menempel dan ada pada software. Sempurna terutama untuk kita orang Indonesia yang terkadang koneksinya bikin darah tinggi.Google juga membuat perubahan pada keyboard dengan menambahkan predictive text system yang akan memprediksi apap yang akan kita ketik, sesuatu yang sebenarnya sudah ada pada third-party keyboard seperti SwiftKey, tapi tetap saja penambahan fungsi ini pada keyboard bawaan merupakan hal yang menggembirakan. Selain itu juga terdapat native support pada keyboard untuk bahasa Arab, Persia, Hindi, dan Thai.

Camera mendapatkan pengembangan kecil, sekarang kita bisa melihat foto yang baru kita ambil hanya dengan menyapukan jari kita di viewfinder. Slide ke kiri akan menunjukkan foto dan slide ke kanan akan mengembalikan kita ke viewfinder. Kalau kita tidak suka dengan foto yang baru kita ambil kita juga bisa menghapusnya dengan sliding jg.

Android Beam merupakan fungsi yang sudah ada sejak ICS, akan tetapi sekarang google menyatakan bahwa kita bisa berbagi foto dan video dengan teman-teman kita hanya dengan menggunakan fitur ini, tentu aja dengan NFC phone dan yang Android Beam enabled.

Notifikasi pada Jelly Bean menawarkan lebih banyak hal yang bisa kita lakukan daripada saat dengan android versi sebelumnya. Sebagai contoh sekarang kita bisa menelepon seseorang langsung dari notifikasi missed call yang ada. Masih banyak yg bisa kita lakukan langsung dari notifikasi tentu saja.

Google Now adalah cara baru dalam melakukan pencarian. Fitur ini membuat kita bisa melakun pencarian dari hal yang paling umum hingga khusus dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, kita bisa menanyakan luas Candi Borobudur dan google akan langsung memberikan jawaban. Hasil jawaban itu bisa disampaikan dalam bentuk suara (iya suara) atau hanya gambar dan text saja. Kita bisa mengaturnya.

Hal yang paling menarik dari Google Now adalah bahwa fitur ini akan belajar dari apa yang sering kita lakukan dengan Google Search dan situs Google lainnya. Jika kita suka nonton bola, maka Google Now bisa memberi tahu kita saat akan ada pertandingan bola.

Read More Sekilas Tentang Android dan OS Versi

Jumat, 11 Oktober 2013

Switch Audio Central Buat Sekolah

Ditulis Oleh : Jefri di Duniakomunikasi Updated at: 7:52 AM
Membuat switch relay 12 v untuk audio central sekolah, lama rasanya tidak update blog ini, dan lihat-lihat ada pesan masuk dari salah satu sahabat pengunjung dan bertanya melalui form contact duniakomunikasi dan bertanya tentang bagaimana cara membuat switch control dengan relay audio central sekolah.

Sempat sedikit bingung juga apa yang ditanyakan oleh saudara sawal tersebut, dan setelah mencoba baca kembali pertanyaan berlahan apa maksud dari pertanyaan, dan saya mencoba memberi kesimpulan

relay-suara-control
dan mencoba membuat skema rangkaian sederhana dengan menggunakan komponen-komponen yang mudah di temui dipasar / toko elektronik.

Sebenarnya untuk rangkaian switch audio control central bisa di buat dengan menggunakan komponen TTL (transistor-transistor logic), dan bisa juga dibuat dengan menggunakan mikrokontroler, dimana semua logika kendali yang diinginkan bisa di buat dan diubah-ubah dengan merubah logika pada bahasa pemrogramannya, tanpa merubah jalur pada rangkaiannya lagi.

Membuat switch dengan relay 12 v massage : berikut kutipannya.

switch-audio-control

Pada intinya alat control audio yang dimaksud menggunakan relay pemutus suara yang mengarah ke masing-masing ruang kelas, control menggunakan tombol dan relay saat tombol "all" ditekan maka semua suara (speaker terhubung), sedangkan saat tombol select ditekan maka relay yang aktiv hanya relay tertentu saja.

Semoga rangkaian berikut ini bisa sedikit memberikan tambahan informasi buat teman-teman yang hendak membuat sendiri switch audio control, adapun tujuannya bisa digunanak untuk memberikan informasi, ke semua ruang, tiap ruang atau ruang-ruang tertentu, untuk itu bisa kita bagi tiga control :

  1. Switch Control ALL (Control Semua)
  2. Switch Control Group
  3. Switch Control 

Dari prinsip kerja rangkaian sebenarnya bisa di buat menggunakan dioda,switch dan relay seperti skema rangkaian switch audio control dibawah ini :

Membuat Switch Audio Central Buat Sekolah
Nb. klik gambar untuk memperbesar / melihat gambar jelas.

Prinsip kerja dari skema rangkaian diatas sebatas switch untuk memberikan tegangan positif ke relay, ada beberapa bagian tombol yang digunakan :
1. SW1 - Switch SPDT Contact NC = Select ALL, NO = Select Group
2. SW2 - Switch SPDT Contact NC = Select Personal, NO = Select Group Kelas
3. SW 3..12 Push On

Sekilas blok diagram audio control (switch relay speaker).

diagram blok switch control

Blok / instalasi pada umumnya dari microphone masuk ke power ampli kemudian dihubung langsung ke beberapa speaker yang terdapat di dalam ruangan maupun diluar ruangan, sedangkan pada konsep yang dimaksud di artikel ini adanya switch pemisah atau pengatur sebelum dihubungkan ke speaker, sehingga nyala speaker bisa diatur disesuaikan dengan keperluan, misalnya ada pengumuman atau informasi yang hendak disampaikan untuk seluruh (pengumuman umum) pada switch audio control tombol all dalam keadaan NC (Normaly Close), maka otomatis semua speaker akan terhubung paralel, dan saat tombol all (sw1) ditekan dalam keadaan NO (Normaly Open) dan SW2 dalam keadaan NC, dan Plus tombol ruangan ditekan maka informasi dari power ampli akan terdengar pada ruangan yang dipilih, sedangkan speaker lainya mati, Begitu juga saat posisi switch atau tombol SW1 NO dan switch tombol SW2 NO dan tombol kelas ditekan maka informasi akan terdengar pada ruangan kelas tertentu, misalnya tombol kelas1 yang ditekan maka informasi akan terdengar pada kelas1A dan kelas 1B, atau :

SW1 = NC Outputnya Semua Speaker Menyala (ALL)
SW1 = NO + SW2 = NC Out Select adalah Personal (hanya satu ruangan).
SW1 = NO + SW2 = NC + Tombol kelas 1a Out Select adalah Speaker kelas 1a Menyala
SW1 = NO + SW2 = NO Out Select adalah Group (sesuai dengan group)
SW1 = NO + SW2 = NO + Kelas 1 Out select adalah speaker kelas 1a dan 1b menyala.

Terimakasih atas pertanyaan yang dikirim melalui blog ini, semoga sedikit bisa memberikan tambahan informasi, dan buat para mastah elektronika mohon untuk dikoreksi bersama, guna share pengalaman berbagi buat saudara-saudara yang membutuhkan.


Read More Switch Audio Central Buat Sekolah

Minggu, 15 September 2013

Membuat Server Radio Streaming Sendiri

Ditulis Oleh : Jefri di Duniakomunikasi Updated at: 3:36 PM
Membuat server radio streaming sendiri dengan menggunakan icecast, artikel sebelumnya di situs ini pernah membahas cara membuat radio streaming menggunakan server gratisan, tapi kali ini kita akan membahas cara membuat server radio sendiri.

Sebelum ke tahap instalasi pembuatan dan konfigurasi icecast sedikit tambahan / celoteh saya, yang mungkin bisa dipersiapkan teman-teman yang hendak mencoba membuat server radio sendiri
  1. Perangkat Keras (Hardware)
    • Komputer Server
      Untuk komputer server bisa saja anda pergunakan komputer biasa dengan spesifikasi standar, yang penting kompatible dengan sistem operasi yang digunakan, untuk hasil yang maksimal sebaiknya gunakan komputer dengan spesifikasi lebih tinggi. Perangkat lunak yang diinstallkan sistem operasi linux Ubuntu Server 12.04, icecast dan ssh (jika nantinya konfigurasi dilakukan dari komputer client).
    • Komputer client / laptop (broadcast ke server)
      Komputer yang nantinya akan dipergunakan oleh operator (penyiar), sistem operasi bisa menggunakan microsoft windows, media player pergunakan winamp dan tambah plugin shoutcast.
    • Komputer client (user digunakan untuk pengujian listener)
  2. Perangkat Lunak (Software)
    • Sistem Operasi Linux Ubuntu Server 12.04
    • Putty
      Digunakan jika nantinya hendak melakukan konfigurasi melalui komputer client secara remote.
    • Icecast2
      Server radio straeming mendukung shoutcast,edcast dan lainnya
    • Winamp 
    • Plugin Shoutcast 1.9.0
  3. Koneksi
    • Lan (lokal area network)
    • Internet
Tulisan kali ini langsung ke install icecast dan konfigurasinya, jadi untuk install ubuntu server 12.04 saya harap teman-teman sudah menginstalasinya terlebih dahulu.

Berikut ini gambar / topologi uji coba radio streaming yang di buat dengan menggunakan server ubuntu 12.04 lts, icecast.

server-radio



Konfigurasi dan install icecast di server

Remote server dengan menggunakan putty (pastikan di server sudah terinstal package ssh)

Langkah Pertama : Install Icecast2 di server

sudo apt-ge install icecast2
sudo apt-get update

Langkah kedua : Konfigurasi icecast2

Setelah terinstall langkah selanjutnya melakukan konfigurasi pada icecastnya.

Penting : file icecast2 terletak di : /etc/icecast2

masuk ke directory icecast (gunakan root)

cd /etc/icecast2/

kemudian lihat isinya : pergunakan perintah ls

/etc/icecast2#ls

isi icecast2

admin, icecast.xml web

konfigurasi icecast ada pada icecast.xml, backup terlebih dahulu dengan pergunakan perintah cp, contoh :

cp /etc/icecast2/icecast.xml /etc/icecast2/icecast.xml.asli

edit dengan menggunakan nano

nano /etc/icecast2/icecast.xml

Perhatikan script asli icecast.xml berikut ini

<icecast>
    <limits>
        <clients>100</clients>
        <sources>2</sources>
        <threadpool>5</threadpool>
        <queue-size>524288</queue-size>
        <client-timeout>30</client-timeout>
        <header-timeout>15</header-timeout>
        <source-timeout>10</source-timeout>
        <!-- If enabled, this will provide a burst of data when a client
             first connects, thereby significantly reducing the startup
             time for listeners that do substantial buffering. However,
             it also significantly increases latency between the source
             client and listening client.  For low-latency setups, you
             might want to disable this. -->
        <burst-on-connect>1</burst-on-connect>
        <!-- same as burst-on-connect, but this allows for being more
             specific on how much to burst. Most people won't need to
             change from the default 64k. Applies to all mountpoints  -->
        <burst-size>65535</burst-size>
    </limits>

    <authentication>
        <!-- Sources log in with username 'source' -->
        <source-password>hackme</source-password>
        <!-- Relays log in username 'relay' -->
        <relay-password>hackme</relay-password>

        <!-- Admin logs in with the username given below -->
        <admin-user>admin</admin-user>
        <admin-password>hackme</admin-password>
    </authentication>

    <!-- set the mountpoint for a shoutcast source to use, the default if not
         specified is /stream but you can change it here if an alternative is
         wanted or an extension is required
    <shoutcast-mount>/live.nsv</shoutcast-mount>
    -->

    <!-- Uncomment this if you want directory listings -->
    <!--
    <directory>
        <yp-url-timeout>15</yp-url-timeout>
        <yp-url>http://dir.xiph.org/cgi-bin/yp-cgi</yp-url>
    </directory>
     -->

    <!-- This is the hostname other people will use to connect to your server.
    It affects mainly the urls generated by Icecast for playlists and yp
    listings. -->
    <hostname>localhost</hostname>

    <!-- You may have multiple <listener> elements -->
    <listen-socket>
        <port>8000</port>
        <!-- <bind-address>127.0.0.1</bind-address> -->
        <!-- <shoutcast-mount>/stream</shoutcast-mount> -->
    </listen-socket>
    <!--
    <listen-socket>
        <port>8001</port>
    </listen-socket>
    -->

    <!--<master-server>127.0.0.1</master-server>-->
    <!--<master-server-port>8001</master-server-port>-->
    <!--<master-update-interval>120</master-update-interval>-->
    <!--<master-password>hackme</master-password>-->

    <!-- setting this makes all relays on-demand unless overridden, this is
         useful for master relays which do not have <relay> definitions here.
         The default is 0 -->
    <!--<relays-on-demand>1</relays-on-demand>-->

    <!--
    <relay>
        <server>127.0.0.1</server>
        <port>8001</port>
        <mount>/example.ogg</mount>
        <local-mount>/different.ogg</local-mount>
        <on-demand>0</on-demand>

        <relay-shoutcast-metadata>0</relay-shoutcast-metadata>
    </relay>
    -->

    <!-- Only define a <mount> section if you want to use advanced options,
         like alternative usernames or passwords
    <mount>
        <mount-name>/example-complex.ogg</mount-name>

        <username>othersource</username>
        <password>hackmemore</password>

        <max-listeners>1</max-listeners>
        <dump-file>/tmp/dump-example1.ogg</dump-file>
        <burst-size>65536</burst-size>
        <fallback-mount>/example2.ogg</fallback-mount>
        <fallback-override>1</fallback-override>
        <fallback-when-full>1</fallback-when-full>
        <intro>/example_intro.ogg</intro>
        <hidden>1</hidden>
        <no-yp>1</no-yp>
        <authentication type="htpasswd">
                <option name="filename" value="myauth"/>
                <option name="allow_duplicate_users" value="0"/>
        </authentication>
        <on-connect>/home/icecast/bin/stream-start</on-connect>
        <on-disconnect>/home/icecast/bin/stream-stop</on-disconnect>
    </mount>

    <mount>
        <mount-name>/auth_example.ogg</mount-name>
        <authentication type="url">
            <option name="mount_add"       value="http://myauthserver.net/notify_mount.php"/>
            <option name="mount_remove"    value="http://myauthserver.net/notify_mount.php"/>
            <option name="listener_add"    value="http://myauthserver.net/notify_listener.php"/>
            <option name="listener_remove" value="http://myauthserver.net/notify_listener.php"/>
        </authentication>
    </mount>

    -->

    <fileserve>1</fileserve>

    <paths>
        <!-- basedir is only used if chroot is enabled -->
        <basedir>/usr/share/icecast2</basedir>

        <!-- Note that if <chroot> is turned on below, these paths must both
             be relative to the new root, not the original root -->
        <logdir>/var/log/icecast2</logdir>
        <webroot>/usr/share/icecast2/web</webroot>
        <adminroot>/usr/share/icecast2/admin</adminroot>
        <!-- <pidfile>/usr/share/icecast2/icecast.pid</pidfile> -->

        <!-- Aliases: treat requests for 'source' path as being for 'dest' path
             May be made specific to a port or bound address using the "port"
             and "bind-address" attributes.
          -->
        <!--
        <alias source="/foo" dest="/bar"/>
          -->
        <!-- Aliases: can also be used for simple redirections as well,
             this example will redirect all requests for http://server:port/ to
             the status page
          -->
        <alias source="/" dest="/status.xsl"/>
    </paths>

    <logging>
        <accesslog>access.log</accesslog>
        <errorlog>error.log</errorlog>
        <!-- <playlistlog>playlist.log</playlistlog> -->
          <loglevel>3</loglevel> <!-- 4 Debug, 3 Info, 2 Warn, 1 Error -->
          <logsize>10000</logsize> <!-- Max size of a logfile -->
        <!-- If logarchive is enabled (1), then when logsize is reached
             the logfile will be moved to [error|access|playlist].log.DATESTAMP,
             otherwise it will be moved to [error|access|playlist].log.old.
             Default is non-archive mode (i.e. overwrite)
        -->
        <!-- <logarchive>1</logarchive> -->
    </logging>

    <security>
        <chroot>0</chroot>
        <!--
        <changeowner>
            <user>nobody</user>
            <group>nogroup</group>
        </changeowner>
        -->
    </security>
</icecast>





Kemudian Ubah menjadi seperti dibawah ini atau copas dan edit sesuaikan dengan kondisi jaringan (ip address anda) :

<icecast>
    <limits>
        <clients>100</clients>
        <sources>2</sources>
        <threadpool>5</threadpool>
        <queue-size>524288</queue-size>
        <client-timeout>30</client-timeout>
        <header-timeout>15</header-timeout>
        <source-timeout>10</source-timeout>
        <burst-on-connect>1</burst-on-connect>
       <burst-size>65535</burst-size>
    </limits>

    <authentication>
        <source-password>password</source-password>
        <relay-password>password</relay-password>
        <admin-user>admin</admin-user>
        <admin-password>password</admin-password>
    </authentication>

    <hostname>202.146.22.2</hostname>

<mount>
<mount-name>/radio</mount-name>
</mount>

<shoutcast-mount>/radio</shoutcast-mount>
    <!-- You may have multiple <listener> elements -->
    <listen-socket>
        <port>8000</port>
        <!-- <bind-address>127.0.0.1</bind-address> -->
        <!-- <shoutcast-mount>/stream</shoutcast-mount> -->
    </listen-socket>
 
    <listen-socket>
        <port>8001</port>
<shoutcast-compat>1</shoutcast-compat> 
 </listen-socket>


Nb: yang diberi warna hijau adalah ip address dan port yang digunakan, sedangkan yang diberi warna merah merupakan admin dan password icecast dan juga digunakan pada plugin shoutcast-nantinya.



Silahkan kunjungi link berikut ini (lihat : membuat server radio streaming icecast di ubuntu server12.04), semoga anda dapat membuat server radio sendiri, jika sudah berjalan baik pada jaringan lan, dan agar bisa diakses melalui jaringan internet atur nat firewal di modem, jika ip public dynamic bisa gunakan dns no-ip.



Read More Membuat Server Radio Streaming Sendiri