Rabu, 13 Januari 2010

Buat Sendiri Repeater Dengan ICom-2100H

repeater' border=
Salam buat semua teman-teman briker/ kontek-kontek dimana saja berada, pada kesempatan ini saya hendak berbagi dengan teman-teman tentang Pembuatan Repeater atau pancar ulang, sebelumnya mohon maaf jika artikel ini kurang berkenan bagi saudara, tidak ada maksud lain pada artikel ini hanya berbagi bagaimana cara membuat Pancar ulang sederhana dengan menggunakan radio yang biasa dipergunakan seperti Icom 2100, ya paling tidak dengan adanya postingan ini dapat menjadi tambahan refrensi buat teman-teman yang mempunyai hobi di bidang elaktronika dan komunikasi, serta dapat memahami cara kerja dari sebuah  pancar ulang itu sendiri.

Cara kerja Repeater
Dari kata Repeater aja dapat disimpulkan Repeat yang artinya ulang, meng-ulang, nah kata mengulang inilah yang digunakan memang tidak mengulang pembicaraan yang sudah diucapkan (yang sudah berlalu), melainkan suara yang diterima dikirim ulang dengan daya pancar yang lebih besar. singkat cerita apabila ada sinyal yang kecil yang di pancarkan dari suatu tempat sudah pasti jangngkauannya pun tidak jauh atau tidak akan dapat berkomunikasi dengan lawan bicara yang posisinya berjauhan dengan kita apalagi lawan bicar itu hanya menggunakan Handy tranceiver. Logika sederhananya terima dan pancar artinya harus ada dua perangkat yang dapatsaling bekerjasama bekerja sama disini maksudnya terima sinyal kemudian dipancarkan dalam waktu yang bersamaan. Dibawah ini gambar Repeater yang saya buat dengan memanfaatkan case atau tempat dari bekas casing komputer pentium dua yang memang kebetulan sudah tidak digunakan lagi.

Gambar RPU Sederhana dengan ICOM 2100H CPU Case

pancarulang
Gambar disamping merupakan gambar pancar ulang sederhana yang dibuat dengan menggunakan radio icom 2100 untuk radio TX dan Radio RXnya  sedangkan box atau tempat radio menggunakan case cpu bekas pentium 1, dimana kedua radio ditempatkan di tempat CDrom sedangkan powersupplaynya juga ditempattkan  persis didalam kaseing,
Namun ada beberapa hal yang mempengaruhinya seperti kualitas pancaran, kepekaaan dan lain sebagainya.



1. Rangkaian COR
Sebelum perangkat diletakan kedalam case, ada beberapa komponen atau rangkaian tambahan yang perlu di lengkapi agar kedua perangkat tersebut dapat saling bekerja, dimana rangkaian ini biasa dikenal dengan istilah COR, rangkaian cor ini lah yang nantinya berfungsi sebagai penekan PTT pada pesawat TX agar dapat memancar, hanya saja rangkain cor ini bekerja secara otomatis apabila COS dari pesawat RX berlogika high atau low COS ini dapat diambil dari audio mute radio RX. rangkaian CORnya disini juga COR yang sangat sederhana cukup dengan satu buah transistor saja. Dari gambar cor diatas sangat sederhana sekali dan komponen-komponen yang ada juga mudah untuk diperoleh, rangkaian tersebut dapat dipasang pada kotak kecil/ box kecil (tempat pena) dan usahakan kabel yang ke mic dan ke suara dari perangkat RXnya menggunakan kabel head untuk memperkecil noise, pengaturan suara yang dipancarkan dapat dilakukan dengan memutar potensio 10K pada rangkaian dan dapat juga diatur dari Volume pesawat RXnya jika suara yang dipancarakan terdengar Over, Pin Cos pada rangkaian dihubungkan ke COS pesawat RX, sedangkan Audio Out itu diambil dari jack yang terdapat dibelakang pesawat. sedangkan PTT dihubungkan ke line PTT pada pesawat TX termasuk MIC in juga dihubungkan ke pasawat TXnya.


cor+repeater
Gambar Rangkaian COR Sederhana untuk ICOM2100

Nb: Rangkaian COR diatas juga dapat dipasang langsung pada Radio RX, dengan menghubungkan secara langsung ke COS atau audio mute dari radio RX, dan untuk jalur suara dapat dihubungkan langsung ke input penguat suara, tanpa harus dipasang dalam box lagi, jadi lebih praktis.untuk rangkain cor yang lain dilengkapi tone untuk bisa juga lihat rangkaian cor sederhana untuk membuat repaeter.

2. Pesawat Yang digunakan
Sekilas Radio Icom 2100

cos+icom2100
Skema rangkaian Icom 2100h

Dari gambar Sekema rangkaian Radio Icom 2100 dapat dilihat jalur Audio mute, pada pin ini lah yang nantinya dihubungkan kerangkaian cor sederhana tersebut. Radio Icom 2100H dalam keadaan terbuka, dari pin tersebut keluarkan kabel jika rangkaian cornya di buat diluar, tapi jika rangkaian cornya dipasang langsung tidak perlu mengeluarkan kabel COS lagi langsung kabel ke RJ45 saja untuk dihubungkan langsung ke perangkat TXnya. nah dari rangkaian ini dan skema diatas mungkin sudah cukup jelas dan semuanya kembali keteman-teman mau di buat didalam radionya langsung atau di luar radio, bagi yang ingin tahu jalur cos radio lain bisa lihat pada artikel kumpulan cos beberapa radio untuk repaeter dan gatewaway link.

audio+mute

Setelah semuanya dipasang baik itu rangkaian cor dan rangkaian audio jika memang perlu ada penamabahan, namun pada artikel ini memang tidak ada penambahan rangkaian penguat audio (Opamp), karena suara yang dihasilkan sudah cukup kuat untuk dikirimkan ke perangkat pemancar. langkah selanjutnya memasukan kedua radio TX dan radio RX kedalam case, agar terlihat rapi usahakan body case itu mendapat ground yang baik dari pesawat, hal ini dapat membantu mengurangi noise dan interferensi RF.

Kenapa menggunakan Icom 2100 ?

Icom 2100 repeater vhf saya memang menggunakan perangkat Icom 2100H, kenapa menggunakan icom 2100 ? hee eee kebetulan artikelnya dengan Icom 2100 berhubung saya punya dua buah perangkat ini yang sudah lama tidak dipergunakan (bekas) perangkat yang satunya sudah tidak ada final RFnya, (perangkat yang ada di bawah dari gambar) sedangkan perangkat yang satunya lagi perangkatnya udah budeg, (daya recievernya sudah tidak baik) jika digunakan untuk komunikasi, Perangkat atau radio yang tidak ada final RFnya digunakan sebagai perangkat Receiver (RX) sedangkan perangkat yang satunya lagi (yang budeg) dikondisikan sebagai Perangkat pemancar (TX). dari dua perangkat tersebut berfungsi hanya menerima saja dan hanya memancarkan saja, kebetulan ada dua perangkat radio bekas yang sudah tidak dipergunakan. Maaf bukannya bermaksud kalau Repeater yang mahal alias Baru, itu lebih baik dari yang bekas, hanya hendak berbagi saja dengan teman-teman yang mempuyai hoby yang sama. heee bekas pake maksudnya tidak baru lagi.
Gambar pemasangan dua buah radio kedalam case CPU bekas untuk mempersingkat cerita kita mulai aja yakk...Pertama-tama kita siapkan terlebih dahulu pesawat yang hendak digunakan, baik itu pesawat untuk TX atau RX, siapkan juga power supplaynya, pada saat pembuatan repeater ini saya mempergunakan power supply 30Amper, dan power supply tersebut juga saya masukan kedalam case komputer dan tambahkan beberapa kipas pendingin karena pada saat repeater bekerja akan menghasilkan panas, hati-hati suhu yang berlebih akan sangat membahayakan usahakan sirkulasi udara didalam casing itu baik jika perlu pasang kipas yang banyak tapi kipas banyak juga tidak menjamin sepenuhnya jika sirkulai udara tidak berjalan dengan baik uahakan ada kipas yang membuag suhu panas dan ada kipas yang yang dapat menyedot udara dari luar kedalam. jika penempatan perangkat radio, power supply dan kipas sudah disusun atau diletekkan dengan baik langkah berikutnya menghubungkan power kedua perangkat ke power supplay.

3.Power Supply
Power supplay, pastikan powersupply yang nantinya akan digunakan sudah cukup, Cukup apanya ? a, Cukup Powernya (Volt dan Amper),Stabil nah ini yang penting kalau gak stabil, akan sangat menggangu, Final RF TX dan suara denggungpun akan terdengar. selain menggunakan power supply ada juga yang menggunakan aki dan solar sel sebagai catu daya Repeater, atau alternativ lain yang mungkin biaya nya jauh lebih murah dengan menggunakan power supply komputer atau power switching dan kemudian dengan sedikit melakukan modifikasi agar bisa dipergunakan, atau rekan-rekan bisa baca artikel cara memodifikasi power supply komputer untuk power radio namun itu semuanya tergantung dimana posisi pancar ulang tersebut diletekkan, Jika semuanya itu sudah terpasang dengan baik, langkah berikutnya adalah menghubungkan kedua perangkat dengan antena.

4. ANTENA
pada artikel ini memang tidak menggunakan Duplexer, artinya juga dibutuhkan dua buah antena yang berfungsi sama halnya dengan radio, antena sebagai penerima dan antena sebagai pemancar.

Kehandalan dari Repeater sangat bergantung dari Antena yang digunakan, Hati-hati pada saat pemasangan antena dan kabel pastikan antena RX betul-betul bekerja pada frekuensi RXnya saja atau dengan kata lain frekuensi untuk antena RX sempit atau tidak melebar agar spleteran tidak masuk dan tidak dipancarkan kembali.

Sama juga halnya dengan antena pemancarnya usahakan bekerja pada frekuensi pancar saja, penyesuai inpedansi dan mach antena sangat dibutuhkan. Daya pancar yang di pancarkan (radio tx) usahakan tidak terlalu besar, karena jika daya pancar TXnya terlalu kuat akan mempengaruhi Peneriman (radio rx) apalagi jika tidak ada tambahan filter,  pada saat uji coba repeater ini daya pancar yang digunakan adalah 10Watt dan hasilnya lumaya baik. dengan ketinggian antena tiga batang Pipa posisi antena RX berada diaatas sedangkan antena TX dibawahnya. Ketinggian, posisi atau letak sangat mempengaruhi kuliatas dari sebuah Pancar ulang. Semoga artikel ini dapat membantu, dalam pemahaman seputar teknik pancar ulang.


Membuat atau bikin repeater sendiri sebenarnya tidaklah sulit, yang membuat sulit karena kita tidak mengetahui prinsip kerja nya saja, pada dasarnya secara manual bisa kita lakukan dengan menggunakan dua buah radio yang satu sebagai penerima dan satu lagi sebagai pemancar, saat radio penerima menerima sinyal atau ada suara (vox) ptt pada radio tx ditekan dan mengirimkan atau memancarkan kembali suara dari radio penerima kefrekuensi lain melalui radio transmitnya.

Faktor lain yang bisa mempengaruhi kualitas dari penerimaan radio rx di repeater masuknya sinyal atau frekuensi liar yang mempengaruhi sensitivitas radio rx bisa disebabkan dari radi txnya atau dari pemancar lain yang berdaya besar, solusinya bisa menggunakan filter repeater vhf  yang terbuat dari pcb harganyapun murah.

Semoga artikel Buat sendiri repeater dengan icom 2100 ini bisa membantu rekan-rekan minimal bisa menjadi tambahan informasi prinsip kerja dari rangkaian penggerak pttnya atau biasa disebut COR.

38 comments:

  1. Luar biasa kreatif

    BalasHapus
  2. Hick . . . hick . . . hick . . . aku sudah mencoba. . tapi gagal, padahal sudah pakai ft2900 X2 HELP . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. gagalnya dimana mas, coba share disini masalahnya ada dimana barangkali saya atau teman-teman pembaca lainnya ada yng bisa kasih respon

      Hapus
  3. coba menanggapi, mas yang """Anonim""",kalau boleh tau gagalnya dimana mas, ...?

    BalasHapus
  4. Oc . . . .
    1. saya menggunakan 2 X FT 2900
    2. antenna TELEX 2 x
    3. kabel RG 8 Ericson
    4. RX 45M TX 12M
    5. COR System
    6. PSA 20 A

    Walhasil . . .
    1. paling jauh bisa dibuka pada jarak 3km
    2. paling jauh bisa dimonitor pada jarak 8km

    e-mail dan ym saya: moejiyono@yahoo.com

    BalasHapus
  5. oh ia mas mujiono salam kenal sebelumnya, untuk radio yang mas pergunakan belum pernah saya coba untuk dijadikan rpu, tapi pada prinsipnya semua radio bisa di pergunakan sebagai rpu (pancar ulang), dan saya berharap ada teman-teman pembaca yang berpengalaman mengenai rpu(pancar ulang) berkenan membagikan/shared pengalamannya di blog ini, sedikit tanggapan saya mengenai rpu yang mas bangun dengan spek diatas :
    menurut saya bagian cor tidak ada masalah karena sudah dapat bekerja dengan baik, kemungkinan ground antara radio rx dan tx tidak baik, daya pancar radio tx terlalu besar sehingga mengganggu kepekaan radio penerimanya(rx), mach kabel dan antena antara tx dan rx,saran tambahkan cavity filter, untuk ketinggian antena rx 45m seharusnya bisa di buka lebih dari 3km

    BalasHapus
  6. untuk diodanya mengunakan type berapa pak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa pergunakan in4148, atau in4001 dioda umum yang paling mudah dicari saja.

      Hapus
  7. untuk diodanya menggunakan type apa pak?

    BalasHapus
  8. Salam kenal om Jefri
    Kebetulan saya berencana tuk bikin repeater dengan biaya seminim mungkin, yah untuk experimen maksudnya.
    Saya punya HT dan RIG Merk Alinco.
    Maksudnya HT buat RX dan Rig untuk TX, bagaimana rangkaian COR nya?? Kalo saya pakai Ring O saja 2 buah satu untuk RX dan satu lagi untuk TX apakah mungkin???
    Rencana saya letakkan diatas bangunan berlantai 20.
    Terima kasih atas pencerahannya.

    Salam,
    IPOENX - JZ09ITJ
    poedyo@centrin.net.id

    BalasHapus
  9. Buat mas IPoenx, salam kenal kembali semoga tetap semangat tuk uji cobanya, mungkin bisa disebutkan ht yang di pergunakan..? barangkali saya bisa bantu cari cos atau audiomutenya, kalau mau praktis pake ht, cornya pake yang mode VOX (voice Over), cuma tidak maksimal tapi bisa juga dipergunakan tuk ujicoba repeater. mungkin saja membangun repeater dengan menggunakan HT, saya juga pernah pake HT IC-2N, untuk TX dan RX, cuma hasilnya tidak seperti repeater brended buatan pabrik,

    BalasHapus
  10. halo om..aku rencana buat repeater tuk rx pakai alinco dj 196 tuk tx pakai alinco dr 135. gimana cara buatnya and tlg buatkan skemanya. email saya duwiex_77@yahoo.com matur nuwun

    BalasHapus
  11. om ...tolong buatkan skema repeater. tuk rx pakai alinco dj 196. tuk tx pakai rig dr 135. nuwun...eh email saya duwiex_77@yahoo.com

    BalasHapus
  12. slmt siang. mhn maaf mampir nih..

    saya rencana mau belajar bikin repeater..
    kalau rx nya menggunakan ht bgmn hasilnya apakah bisa bagus jika dibandingkan Rx nya menggunakan rig. kalau ada ht yg sensitive untuk rx type apakah yah pak.. mhn bantuannya utk di emailkan ke zakri19@ymail.com..
    salam

    BalasHapus
  13. slmt siang om. kalau cavity filter ada yang sederhana dan gampang dibuatnya tdk..?
    mhn penjelasannya. tks

    BalasHapus
  14. slmt siang om. saya lagi belajar membuat repeater dari gm3188. saat ini saya lsg menghubungkan cos out rx lsg ke ptt input di tx. saat ini berfugnsi dengan baik. mhn saran apakah ada dampak negatifnya apabila saya lsg menghubungkan spt itu..?

    dan bgmn ttg rancangan filter cavity, apakah ada yg mempunyai skematik yg sederhana dan gampang di buatnya. mhn saran. tks..

    zakri19@ymail.com..
    salam

    BalasHapus
  15. Mencoba menanggapi semua pertanyaan teman-teman dan saudara ku semuanya, untuk membangun repeater sederhana sebenarnya kuncinya hanya pada rangkaian COR yg berfungsi untuk mengaktifkan ptt tx pada saat radio RX mendapatkan sinyal.
    untuk Radio RX mana yg lebih baik antara HT dan RIG, semuanya baik tergantung dari BPF (band pass filter) dari radio tsb karena itu berpengaruh terhadap selektif/kepekaan dan ketepatan sehingg yg diluar dari frekuensi yg sudah di tetapkan tidak akan masuk.
    untuk saudara yang beranya mengenai cavity filter sederhana ada om, dengan menggunakan PCB double layer dan ada juga dengan menggunakan coaxial kabel, pengalaman saya tidak maskimal tetap kuncinya di antena dan mach kabel mas,
    saya usahakan kirimkan gambar rangkaian bagi teman-teman yang sudah bertanya, mohon bersabar ya.. terimakasih sudah berkunjung semoga artikel sederhana mengenai membangun repeater ini bisa menjadi tambahan refrensi dan pengetahuan bagaimana prinsip kerja dari repeater tsb

    BalasHapus
  16. Mas jefri tolong dong sya dikasi diagram skemanya RIB motorola SM50

    terimakasih

    moejiyono@yahoo.com

    BalasHapus
  17. Mas mohon petunjuknya, kemarin saya sempat dibantu teman dalam pembuatan RPU dengan prankat yg digunakan 2 HT untuk TX icom 2Gxht dan RX Alinco Dj 196 dan hal hasil pancarannya lumayan dengan ketingian antena 21m untuk RX dan TX 8m di atas ground. dan sekarang kami berusaha agar pancaran sempurna kami tlah menyiapkan prangkat pengganti berupa 2 Rig motorolla yg secound namun hasilnya jauh lebih bagus tapi sayang kandang2 mau menerima dan tidak artinya tidak nyamanlah. mohon petunjuk mas permasalahan ada dimana, terima kasih

    BalasHapus
  18. mas aq mau buat repeater sederhana menggunakan 2 buah alinco dj 196, sudah saya rakit menggunakan COR VOX sederhana, tetapi tidak maksimal. ketika tidak ada signal masuk pesawat TX sering transmit sendiri. bagaimana mas untuk solusinya, mohon dibantu. yang kedua dikaki mana titik COS alinco dj 196 supaya tidak pake VOX lagi. mohon kirim ke japanug@gmail.com
    terimakasih

    salam

    wahyudi nugroho/japanug@gmail.com

    BalasHapus
  19. salam buat mas wahyudi, sebelumnya mohon maaf agak sedikit telat balas komentarnya, untuk jalur cos dj 196 belum bisa saya posting karena saya belum ada radio tersebut ya mudah-mudahan saya ketemu radio tsb dan saya post untuk jalur cosnya, Memang itulah satu kelemahan dari radio HT memang tidak cocok di buat perangkat repeater karena tidak selectif, tapi hal lain bisa juga dikarenakan pengkabelan sehingga radio rx menerima sinyal2 liar yang menyebabkan radio mengendalikan radio TX untuk transmit mungkin mas bisa gambarkan dan kirim ke email saya barangkali bisas saya lihat, emailnya : jz05ajd@yahoo.com,

    Read more: Dunia Komunikasi: Buat Sendiri Repeater Dengan ICom-2100H Sharing Teknik dan Komunikasi tuk jalin tali persaudaraan http://jz05ajd.blogspot.com/2010/01/buat-sendiri-pancar-ulang-icom-2100.html#ixzz1Xy9zxc36
    dunia komunikasi jefri
    Under Creative Commons License: Attribution

    BalasHapus
  20. Dear mas jefri
    titik coz dj 196 sudah ketemu dan sekarang sudah tidak transmit2 sendiri. Permasalahan berikutnya yg timbul adalah adanya splateran/spurious dr Tx yg ikut masuk ke rx. Bagaimana mengatasinya mas.. Apa dengan cavity filter? Mohon saya diberi tahu cara buat cavity filter.info buat temen2 yg mau bikin rx pake dj 196 aq coba2 titij cos nya ambil dari kaki LED hijau.

    BalasHapus
  21. Dear Mas Wahyudi Nugroho, terimakasih telah berkunjung, ia benar dengan mengambil dari pin led indikator reciver sebenarnya juga bisa, selama interfacenya bekerja dengan level tegangan yang sesuai, saran saya sebaiknya di invert dulu input dari lednya baru masuk ke interface cornya, dari sini juga bisa mempengaruhi, untuk pengkabelan mas perhatikan betul, groundingnya,tempatkan dalam box yang terbuat dari besi atau sejenisnya karena bisa membantu mengurangi frekuensi liar diseputar rx akibat tx, pastikan antena bekerja pada frekuensi kerja TX dan RXnya, untuk Power TX (Watt) jangan terlalu tinggi/besar,krn akan mempengaruhi kepekaan RXnya, kemudian jarak antara antena RX dan TX, antena TX dan RX sebaiknya gunakan yang sejenis agar pola radiasinya sama, Cavity filter akan sangat membantu jika spleteran terjadi disebabkan dari antena dan kabel, tapi kalau sparius terjadi karena pengaruh interface cor cavity filter tidak akan pengaruh sebaiknya coba periksa dulu kalau, harga cavity filter lumayan mahal yang high Qulity, kalau mau uji coba mungkin bisa buat sendiri dengan menggunakan tabung tembaga atau dengan PCB double layer saya usahakan cari skemanya saya usahakan kirim ke emailnya mas wahyudi, tetap semangat dan terus mencoba ya mas, hasil dan pengalamannya mungkin bisa di shared disini biar kita sama-sama belajar membuat repeater sederhana. Salam Kompak thz

    BalasHapus
  22. Mantap banget nih informasinya... mudah-mudahan dengan web ini makin banyak orang-orang kreatif di negara kita

    Salam

    BalasHapus
  23. Salam kenal om jefrry. saya udah bikin repeater pahai dua buah HT DJ196.bekerja bagus cuma agak ada noise pada saat tranmit...om ada ndak cavity filter dari rangkain LC atau pakai pcb dobel.kirimin skemanya om please.. djumadi89@yahoo.co.id

    BalasHapus
  24. Salam kenal bang jeffry, mohon dikirimkan design cavity filter dari pcb, ke sugeng.elex@gmail.com
    thanks

    BalasHapus
  25. slm knl..om jeff.sy berencana membuat reapeter..dengan alinco dr 135 mk2 sbg tx dan kenwood tm 261 sbg rx...cor sdh sy buat..dan saat di coba dgn ht cor dpt berfungsipertanyaan sy..bs gak cornya tsb di pake untk kenwood sbg rx td..cor pake tr 9013.trmks

    BalasHapus
  26. buat mas doody, bisa saja mas pake 9013 penggunaan transistor pada cor itu sebagai pengganti saklar saja mas, bisa kok yang penting cosnya sesuai

    BalasHapus
    Balasan
    1. om jeff ..antena ricieve sy pasang ketinggian 35 metr...untuk tx tinggi 25 meter,tp hanya bs di buka jarak 6 km.kira2 apa ricieavnya krng sensitiv ato gmn..mhn pencerahan kalo memang harus di ganti pake yg apa..trmks

      Hapus
    2. Mas anonim, sebelumnya radio rxnya apa ya, dan power txnya berapa ? untuk jarak split antena tx dan rxnya sudah ok 10meter, coba tes dulu tanpa tx bisa terima bersih gak di radio rxnya, kemudian coba tx tanpa rx apa bisa diterima dengan jernih gak dengan power yang digunakan (tes manual)kalau dengan cara tersebut bisa. kemungkinan terjadi feedback antara tx ke rxnya

      Hapus
  27. om jeff..mau tanya blh ya...kalo antena untuk reapeter sy gunakan v2r dua2nya kira2 bisa bgs g?(target area jangkaun kira2 20-30).satu lg om..apa prosedurnya hrs ijin apa bila main di freq 150 sd 160.(u pemantauan)trmks pencerahanya

    BalasHapus
  28. buat mas anonim, untuk antena v2r sejauh saya pernah gunakan bagus juga mas, sampe sekarang kayaknya belum ada komplain, kalau untuk jrk 20-30km bisa saja tergantung dari posisi, ketinggian dan penghambat atau LOS (line Of Sight)karena bekerja di vhf, untuk perijinan setahu saya ia mas, sudah aturan dari pemerintah siapa saja yang menggunakan frekuensi wajib mempunyai ijin dan dipergunakan untuk apa frekuensi tsb, akan ada pemeriksaan dan pengujian apakah ERPnya mengganggu frekuensi yg lain atau tidak.

    BalasHapus
  29. om..mau tanya..antena apa yg bgs u rx reapeter..n brp hrgnya ,karena antena rx sy hanya bs di buka jarak 5 km saja.sedang ketinggian sdh 45 m.apa kabel gruonding mutlak hrs di sambvungkan..trmks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba cara manual dulu, gimana rxnya bisa terima sampai berapa jauh, untuk antena yang khusus buat repeater lumayan mahal juga 1,7jtan

      Hapus
  30. Salam kenal & sejahtera, 51-55

    Kebetulan saya sedang merakit repeater untuk keperluan di lingkungan perumahan kami, tetapi ingin menggunakan filter sederhana menggunakan PCB seperti pernah diutarakan om Jefri. Mohon untuk skema cavity filter sederhana bisa dikirim ke email jz30bjo@gmail.com terima kasih.

    BalasHapus
  31. Saya mau coba buat repeater sesuai tips Om Jefri. Kalau ngga keberatan minta no telpon om Jefri dong. Terima kasih atas suportnya yg luar biasa.

    BalasHapus
  32. Salam kenal & sejahtera, 51-55
    Saya (JZ13OGV) merakit repeater untuk tempat kerja saya, saya ingin menggunakan filter sederhana menggunakan PCB seperti pernah diutarakan om Jefri.
    Mohon untuk skema cavity filter sederhana bisa dikirim ke email eedbrt@gmail.com terima kasih.

    BalasHapus

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Seputar Postingan Diatas.

Caranya, Pilih sesuai dengan account yang anda miliki, untuk yang tidak ada silahkan gunakan Name/URL:

Name : isi dengan Nama/Alias/10-28/Callsign.
URL   : isi dengan Url Website/Blog/Gplus/Facebook/Twitter/dll

Mohon untuk tidak meninggalkan link aktiv/spam!, Terimakasih untuk komentar dan diskusinya.Untuk promo/iklan tidak akan diterbitkan gunakan dan lihat halaman pasang iklan.terimakasih