Rabu, 06 Oktober 2010

Maching Coaxial Cable

Maching Coaxial Cable - Pertanyaan besar yang terkadang menjadi perdebatan seputar maching coaxial cable, Kabel Coaxial biasa dipergunakan sebagai penghantar transimisi ke Antena, Seberapa pentingkah Kabel Coaxial itu dimachingkan.

Untuk memberikan gambaran serta pandagan buat kita semua seputar maching coaxial cabel berikut kutipan Diskusi Maching Coaxial Cable di milis ICB  :

ada tip and trik gak ya untuk memilih coax kabel yang bagus, (sejenis RG8), kemudian gimana cara mach line coax pada suatu frekuensi misal 143.550Mhz, bisa dihitung gak ya mach impedansinya dari panjang kabelnya yang digunakan, soalnya ada teman yang mach antena pake potong-potong kabel, sampe habis  -+ 5meter, dari panjang sebelumnya
mohon bantuannya dan pencerahannya
salam jefri_,_._,___

rg+6


Mungkin ini sharing aja, tolong dikoreksi jika saya salah
(CMIIW).

Kabel jenis RG8 yang bagus antara lain Merk Belden seri
9913, 9914.
Merk Times LMR400/ LR400, D8, Belden Ericsson RG8 dll.

Inner tunggal (solid), serabut rapat).

Untuk ngitung panjang kabel harus dikeetahui dulu Velocity
Factor masing-masing kabel, misalnya 9913=84% (lihat di
site nya Belden).

Untuk Freq 143.55 Mhz rumusnya >> 300/143,55*0,84/2 >>=
87,77cm (setengah Lambda).

Kalikan dengan angka ganjil sehingga panjang nya sesuai
dengan kabel yang ada.

misalnya kabel yang ada 30 meter, maka 30/0,8777=34 maka
ganjil terdekat adalah 33.

potong kabel pada panjang 87,77cm*33=28,96 cm.

selamat mencoba.

sekali lagi jika salah mohon maaf.

soel

————–

Ass,
Mungkin ini bisa membantu, saya kalo ngematch kabel koax, cara nya
kurang lebih begini :
Kita siapkan dummy load 50 Ohm yang wattnya agak gede ( sesuai atau
diatas max pancaran Transmitter), lalu kita bagi pancarannya dengan
memakai conector “T” yang satu ke kabel koax, yang satu lagi ke
Dummy-load sementara yang ujung satu lagi ke Transmitter tentunya
sebelum masuk ke Transmitter kita pasang SWR meter, panjang kabel
dimana kita mau maen juga ada hitung**annya ( nah tuh mas Samsul
Hady Hanafi dah ngejelasinnya ), nah setelah semua terangkai, ingat
ujung kabel koax yang panjangnya sekian meter itu biarkan tampa
dipasang konector dan jangan digulung, biarkan tergeletak menjulur,
lalu coba hidupkan Transmitter pada Freq. yang kita inginkan,
selanjutnya silahkan pencet PTT TRX, kalo SWRnya tinggi potong tuh
ujung kabel koax, cari sampai SWR terkecil, memotongnya jangan
terlalu panjang cukup 3-5 cm saja, kalo sudah diketemukan SWR
terkecil itulah impedansi kabel yang lebih kurangnya 50 Ohm pada
frek transmit yang kita bekerja.
Ini adalah cara yang lajim dan tradisional kami pake di kantor
sewaktu kami bertuga di Banda Aceh dulu sewaktu komunikasi telegram
( morse ) masih memakai HF ( gak make rumus karena kabel koax lokal
gak ada yang standart )
Untuk tahap memasang antenna juga ada tahap**an nya memang agak
lama dan ribet tapi hasilnya barangkali bisa agak lebih baik dari
yang laen, tapi nanti aja kita sambung lagi yah…..
Maaf kalo ini kesannya agak menggurui,

Yogi Agam / Malang
JZ13 AZY / YC3TLP
91AT124 / 91SD333

——-

Mungkin cara ini pun bisa jadi acuan :
Nah untuk menentukan panjang Feeder Antena ( Coaxial ) adalah
sebagai
berikut :

I. Tentukan dahulu kira-kira berapa panjang Feeder Antena (Coaxial)
dari Pesawat anda hingga ke connector antenna diatas tower/tiang
antenna di tempat anda ( katakanlah kurang lebih 12 s/d 14 mtr ).

II. Setelah itu hitung panjang Feeder Antenna (Coaxial)
sesungguhnya,
dengan menggunakan rumus sbb. :
n = 5/8 x lamda
dimana untuk mencari “lamda” adalah sbb. :
11,811/freq (tx) x 2541

III. Maka panjang Feeder Antenna (Coaxial) sesungguhnya adalah :
3 x n atau 5 x n …dan seterusnya, dimana 3, 5
atau 7 dst. adalh angka ganjil.
Contoh :
Panjang Feeder dari TRX ke antenna ditiang, kurang lebih 13 mtr.
Frekuensi TRX adalah : 143.255 Mhz.
Maka panjang Feeder antenna (coaxial) sesungguhnya adalah :
l = 11,811/143,255 x 2541 = 209,4988
n = 5/8 x 209,4988 = 130,9368
130,9368 / 100 = 1,3094
L feeder adalah : 1,3094 x 13 mtr = 17,0218 mtr.
Bila terlalu panjang : 1,3094 x 11 mtr = 14,4030 mtr
Masih terlalu panjang : 1,3094 x 9 mtr = 11,7843 mtr
Hal ini juga berlaku untuk Band HF.
Gimana …. ? pusing juga yah…..?
dan maaf juga kalo salah, Kang Cholis ( JZ10CHV )di Bandung, tulung
dong di dikoreksi……
Tengkiu

Yogi Agam / Malang
JZ13 AZY
YC3TLP
91AT124 / 91SD333

Mohon maaf  sebelumnya

apa cara  Frekuensi itu beresonansi di kabel sama persis dengan antena ? sehingga rumus elektrikalnya sama dengan antena,

Semakin panjang kabel seharusnya yg naik adalah faktor loss , jika relekted besar yg menaikan nilai swr bukankah itu problem antenna bukan problem pada kabel, bukankah pada kabel ada yg namanya skin efek ,yaitu jika kabel kita potong tepat pada sinus tertinggi maka di SWR meter akan menunjukkan SWR tinggi, sehingga kabel kita potong , jika kita potong tepat pada sinus terendah maka swr akan rendah, begitu seterusnya jika kabel kita potong potong polanya akan mengikuti gelombang sinus ini yg disebut skin efek yg rumus posisi sinus terendah & tertingginya di email oleh om Yogi

Untuk mencari nilai SWR terendah ,bukankah lebih baik menyesuaikan panjang fisik antenna terhadap frekuensi kerjanya dari pada ditipu oleh yg namanya skin efek yg mengharuskan memotong motong kabel, sehingga berapa pun panjang kabel anda tetap bisa membuat antenna dengan SWR terendah,hubungannya kabel pada transmision line hanya lossis atau efisien

Mohon maaf jika kurang sependapat ,dan tolong koreksinya

salam

Rum
JZ10FNM

JZ10FNM nggak salah juga, tambahan dari temen saya, bahwa
untuk antenna jenis tertentu macam Telex hygain (v2R)
memotong motong kabel atau ngitung panjang kabel tidak
efektif, (efektifnya manjang dan mendekin antenna) .

namun akan sangat berpengaruh jika yang dipasang adalah
antenna yagi array.

CMIIW
Dikutip dari blog sahabat : http://jz10lej.wordpress.com/2009/01/19/matching-cable/, dan di post ulang untuk shared ulang,


Pertanyaan Maching Coaxial Cable ini masih menjadi pertanyaan besar dan masih belum ditemui jawaban yang paling banyak, berharap kepada para breaker rekan-rekan kontek-kontek serta para ahli untuk memberikan tanggapannya seputar maching coaxial cabel, apakah itu perlu ? jika perlu bagaimana cara yang paling sederhana untuk maching coxial cabel, diharapkan memberikan tanggapannya dikolom komentar guna berbagi pegetahuan serta pengalaman seputar coaxial cabel dan mach.

Terimakasih, ditunggu diskusinya dikolom komentar.

8 comments:

  1. mantap om ini perlu dibahas minimal kita para amatir tau cara ngematch kabel yang benar mengurangi tumpukan frekwensi yang sudah sembrawut mengurangi interferensi dari frek saat memancar dan mengamankan alat/pesawat yang kita gunakan .sekali lagi terima kasih

    BalasHapus
  2. Kak sya dimartapura oku timur kesulitan untuk mendapatkan cabl Rg8 yg bagus bagaimana caranya apa bisa minta kirimkan no hp yang bsa dihub.081377968044 hadi.

    BalasHapus
  3. Kayaknya masih banyak yg bingung/rancu tentang cara mengukur panjang coax agar tidak terjadi transformasi impedansi. Sejumlah pendapat/cara pandang diatas kok saling bertentangan satu sama lain ? Kebanyakan masih pada keliru mempersepsikan. Panjang kabel yg bebas transformasi ( up maupun down ) itu mudah aja yaitu sebaiknya panjangnya dipotong menjadi : "Kelipatan ( boleh kelipatan genap maupun ganjil ) dari 1/2 lambda electris" atau boleh juga "Kelipatan GENAP dari 1/4 lambda elektris". Meski kedua kalimat itu berbeda , tapi kalau dicermati betul, keduanya memiliki arti yang sama persis. Skin efect juga artinya lain , bukan "sinus yg berulang ulang itu". Skin effect itu artinya efek kulit/permukaan.Semakin tinggi frekuensi , maka gelombang cenderung lebih suka hanya merambat semakin kesisi luar dari conductor/cable , kurang suka lewat tengahnya. Djoko Haryono. "pensiunan" YC2BCG

    BalasHapus
  4. Tunggu sebentar mungkin kita harus kembali ke arti kata matching yaitu menyamakan, menyelaraskan, menyesuaikan dan seterusnya. jadi berarti kita harus menyamakan, menyelaraskan, menyesuaikan dan seterusnya antara impedansi Antena dengan impedansi Coaxcial atau sebaliknya sehingga didapatkan hasil 1 : 1 = 1 (SWR) (tidak terdapat perubahan atau tidak ada bedanya) antara Antena dengan Coaxial.

    Contoh :
    Jika Antena yang dipergunakan memiliki impendansi 50 ohm maka kita harus menggunakan coaxial yang memiliki impedansi 50 ohm juga sehingga menjadi 50 ohm : 50 ohm = 1 (SWR) demikian juga halnya jika antena 75 ohm maka coaxial 75 ohm, antena 150 ohm pakai Coax 150 ohm, 300 ohm pakai coax 300 ohm dan seterusnya.

    yang perlu dipertanyakan :
    1. Apakah para amatir atau pakar radio sudah bisa menentukan atau mengukur dengan pasti untuk impedansi sebuah antena dan coaxial ?
    2. Apakah menurut para amatir dan pakar radio menyatakan bahwa untuk coaxial yang dijual dipasaran itu (50 ohm, 75 ohm, 300 ohm dst) akan tetap (50 ohm, 75 ohm, 300 ohm dst)untuk panjang coaxial tertentu misalnya seperti teori menentukan panjang kabel diatas seperti yang telah pakar radio jelaskan sebelumnya.

    wah masih banyak lagi yang harus disampaikan disini tapi ini dululah ya terlalu rumit untuk diketik dan kelamaan menjelaskannya intinya giniajalah pelajari lagi yang benar tentang dasar Radio Frekwensi yang didalamnya harus dipahami yaitu tentang konfigurasi antara Radio Frekwensi (RF), Resistansi (R), Induktansi (L), Capasitansi (C) dan Resonansi. Karena masing-masingnya harus ada dan menjadi sarat mutlak untuk mengerjakan pekerjaan Radio Frekwensi untuk mendapat hasil yang RESONANSI (MACHING).

    5155, 102 di 1085 (JZ 02 INT)Salam Maching !!!!!!

    BalasHapus
  5. wah seru nih heheheh mantap.....jadi pengikut aja dehhhh

    BalasHapus
  6. Buat semua sobat yang sudah memberikan komentarnya seputar maching coaxial cabel dan berbagi berdasarkan pengetahuan serta pengalamannya di situs ini saya ucapkan terimakasih, ditunggu pengalaman dari rekan-rekan lainnya, untuk saling berbagi

    BalasHapus
  7. berbicara soal matematika ataupun fisika tdk boleh meleset paling tidak mendekati dari perhitungan,saya setuju pendpt dr JZ 02 INT,yang sesuai juga penjelasan dari Hand Book ARL yg mengatakan Matching Antenna And Cable.

    BalasHapus
  8. ada 2 teknik pengukuran kabel transmisi antenar radio :

    - Berdasarkan value swr terendah, contoh sederhana : memasang dummyload di ujung kabel yang akan diukur untuk mencari nilai swr terendah melalui alat swr meter yang terpasang di output radio. cara ini sah2 saja, ndak masalah, transmitter aman2 saja ndak akan jebol, asal nilai swr nya benar, kecuali antenanya ndak benar ukurannya. yang kurang diperhatikan teknik ini adalah bahwa kabel transmisi bersifat unbalance, jadi teknik ini menurut oe lebih cocok ke buat dipasangkan dengan antena yang berjenis balance (dipole/colinear).

    - Berdasarkan resonansi kabel, contoh sederhana : menggunakan dip meter atau memasang T konektor berdummyload dihubungkan dgn kabel yang mo diukur, terus tengah2nya ditancepin ke swr meter ataw analyser dan dicari titik lowest swr nya di frek mana.....cara ini juga sah2 saja dan tidak menyebabkan masuk neraka.

    Jangan lupa, SWR itu cuma ngukurin dan ngurusin rasio power tok, mo power maju apa mundur, ada yang sering kelupain, RESONANSI, dimana getaran rf yang dipancarkan radio diserap dan dialirkan oleh kabel yang juga harus punya resonansi yang sama dengan getaran frequensi radio, kalu gak sama, sebagian getaran akan kembali ke radio, sebagian sukses menuju antena dan atau kabel coax nya itu sendiri jadi antena.

    Menurut saya yang berasal dari kampung ini, penyebab timbulnya value SWR itu karena adanya ketidak resonansi an kabel dan atau antena (hubungan kurang harmonis hmm..), sehingga sebagian power rf yang dipancarkan radio pulang kampung lagi ke radio dan dicegat sama swrmeter untuk di interogasi dan dibaca berapa banyak laskar rf yang pada pulang lalu dikalkulasikan ke meter skala, sedangkan yang sukses berangkat ke antena dibaca sama petugas powermeter doank. (makanya kalu beli radio, nge cek nya pake dummyload yang bener)

    Intinya, sebagaimana output radio yang bersifat unbalance, dimana seluruh power rf sirkuit berkumpul dan siap dipancarkan diujung konektor radio, maka tugas kabel coax/feeder line lah yang wajib meneruskan perkumpulan dan pemancaran power rf itu menuju antena, atawa dgn kata lain, di ujung kabel coax/feeder line itu juga memiliki sifat yang sama dengan output radio / konektor antena di radio (asumsi ga ada loss/peredaman/rugi2 kabel) yaitu sifat unbalance.

    baiknya pilih, periksa, ukur dan pakai kabel transmisi yang sesuai dengan panjang gelombang dan karakter kabel/antena, ukur artinya ya disesuaikan dengan ilmu2 transmission line and impedance character, bo'ong lah kalu asal2 sembarang kabel pancaran bisa sempurna, bisa membantu pancaran iya, tapi kalu sempurna mah enggak kalik. ente pake kabel 300 ohm buat radio icom 2100 mah sama aja ngajak ribut tetangga yang lagi nonton sinetron.

    Maap bawel, gue bukan orang pinter, tapi gue seneng bergaul sama orang2 pinter, yang mana mereka yang baca postingan gue ini pasti lebih pinter dari gue, suatu kehormatan boleh posting dimimbar yang mulia ini. (ilmu itu mulia) thank you.

    yd1etr

    BalasHapus

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Seputar Postingan Diatas.

Caranya, Pilih sesuai dengan account yang anda miliki, untuk yang tidak ada silahkan gunakan Name/URL:

Name : isi dengan Nama/Alias/10-28/Callsign.
URL   : isi dengan Url Website/Blog/Gplus/Facebook/Twitter/dll

Mohon untuk tidak meninggalkan link aktiv/spam!, Terimakasih untuk komentar dan diskusinya.Untuk promo/iklan tidak akan diterbitkan gunakan dan lihat halaman pasang iklan.terimakasih