Jumat, 03 Agustus 2012

Cara kerja Rangkaian Power Supply Switching

Berbicara mengenai Adaptor Travo dan Power Supply Switching, mungkin sudah bukan suatu hal yang baru lagi apalagi para briker, karena semua perangkat elektronika seperti komputer, radio, repeater, pemancar fm, televisi dan banyak lagi peralatan elektronika yang membutuhkan adaptor konvensional dengan menggunakan travo dan power yang menggunakan switching sebagai catu dayanya.

Di situs Duniakomunikasi ini ada beberapa artikel terkait seputar adaptor dan power supply antara lain Adaptor untuk radio ht, cara membuat adaptor dan komponen yang digunakan, Fungsi transformator step-up dan step-down, memanfaatkan power switching komputer untuk adaptor serbaguna, modifikasi power komputer untuk power radio rig, dan power supply radio switching komputer dan banyak lagi yang lainnya.Tidak ada maksud untuk menggurui teman-teman pembaca dalam hal dunia elektronika hanya sebatas berbagi pengetahuan yang saya miliki, "banyak orang pintar tapi tidak banyak orang yang mau berbagi", maka saya coba membuat beberapa contoh-contoh rangkaian sederhana yang mungkin bisa diimplementasikan juga tata bahasa serta penulisan yang ada sesederhana mungkin layaknya seperti bahasa sehari-hari tanpa menggunakan bahasa atau istilah-istilah elektronika atau pakar pakar, yang penting mudah untuk dimengerti, menjadi guru mungkin bukanhal yang sulit tapi bagaimana membuat orang mengerti dan memahami segala sesuatu yang disampaikan menjadi jauh lebih mudah itu yang harus dipelajari", saya juga mengucapakan banyak terimakasih atas waktu dan kesempatan sahabat untuk memberikan komentar, pertanyaan,saran,solusi juga testimoni seputar artikel yang ada disitus ini, karena itu adalah bahan untuk saya pelajari dan cari tahu bagaimana solusinya tuk tetap bisa saling berbagi pengetahuan.

Kembali ke cara kerja rangkaian power supply switching diantara judul artikel diatas pernah juag membahas alasan kenapa saat ini power atau adaptor yang dibuat dan dijual dipasaran menggunakan switching tidak lagi menggunakan adaptor konvensional dengan travo yang besar, harganyapun mahal, juga dengan menggunakan switching suhu panaspun berkurang jika dibandingkan dengan travo.

Sebelum kita menggunakan power supply switching kita menggunakan power yang didalamnya terdapat travo biasa disebut dengan Power Supply Konvenssional / Linier

Power Supply Linear bekerja secara terus menerus / kontinyu dimana tegangan masuk langsung ketravo, dan travo seolah oleh menjadi beban yang nylanya terus menerus selama ada tegangannya, semakin besar beban yang harus disupply sudah pasti membutuhkan penghantar yang besar dan suhu panaspun akan meningkat, apakah itu travo step-down atau step-up, nah jika penghantar yang digunakan besar otomatis membutuhkan tempat yang besar pula maka dibuatlah travo yang ukuran fisiknya besar demi menghasilkan arus yang besar. karena penampang kumparan yang terdapat didalam travo tersebut besar, semakin kecil resistansi beban maka arus yang mengalir semakin besar.

Kenapa penampangnya harus besar ?
Agar penghantar dapat melewatkan arus yang besar jika beban terlalu besar dan penghantar secara terus menerus dialiri arus yang besar maka penghantar akan mengeluarkan panas yang berlebih sehingga menyebabkan penghatar putus atau terbakar, atau disesuaikan dengan besar beban yang digunakan, dan inilah salah satu kelemahan dari power dengan menggunakan travo atau adaptor linier jadi kurang efisien dari sisi bentuk fisiknya yang besar dan suhu yang dihasilkannya juga tinggi.

Cara Kerja Power Switching
Kata "Switch" mempunyai arti yang banyak bisa juga artinya beralih, tetapi untuk dunia elektronik kata switch tersebut lebih diartikan ke "saklar", nah prinsip saklar, "switching" sama dengan Pensaklaran, inilah yang digunakan pada power supply switching, pada power supply switching juga terdapat travo tapi bentuknya tidaklah seperti travo linear, kumparan pada travo switching tidak banyak inti kumparan yang digunakan menggunakan ferit (inti besi).

switching+adaptor

Analogi prinsip kerja switching dari gambar rangkaian diatas akan kita ketahui bagaimana lampu yang menjadi beban dari gambar diatas menyala dan mati, sudah tentu lampu akan menyala saat switch atau saklar ditekan maka arus dc akan mengalir disaat saklar tertutup, dan lampu akan mati kembali saat saklar terbuka atau dilepas.artinya pemakaian arus tidak secara terus menerus disaat ditekan saja, bisa kita asumsikan sebagai tips untuk menghemat pemakain listrik saat diperlukan saja ada pemakaaian arus, cara kerja untuk menekan saklar diatas tidak dengan cara manual melainkan menggunakan rangkaian yang dapat menggerakkan saklar sangat cepat (Khz), seolah olah  lampu akan mati-hidup/ berkedip karena cepatnya switch tadi bekerja lampu seakan tidak mati sama sekali (hidup).

Nah prinsip inilah yang kemudian digunakan untuk membuat power supply switching, dengan keadaan arus yang tidak mengalir secara terus menerus atau mempunyai jeda waktu mati (mili detik) akan mengurangi panas meskipun sangat singkat sekali, jadi penggunaan kabel dan komponen-komponen lain bisa mempergunakan ukuran yang lebih kecil. Prinsip dasarnya begitu tapi untuk keperluan perangkat elektronik yang komplek tidak seperti contoh lampu diatas rangkaian dibuat seolah oleh harus tetap hidup tidak boleh mati walaupun waktunya singkat, oleh karena itu ditambahkanlah beberapa komponen yang dapat membantu guna memperbaikinya.

switching-power

Penggunaan induktor dan penambahan capasitor pada rangkaian diatas untuk memperbaiki tegangan yang keluar ke beban tidak drastis habis/ hilang dari beban saat switch dilepas atau terputus, atau sebagai penyanggah saat arus mati, karena proses kerja saklar bekerja dengan sangat cepat dibutuhkanlah komponen yang benar-benar bisa bekerja pada tegangan tinggi umumnya menggunakan MOSFET (G,D,S) yang berbentuk menyerupai transistor (B,C,E), agar rangkaian dapat bekerja secara terus menerus dan feedback darri induktor tidak berbalik ke Mosfet biasanya ada penambahan dioda untuk meredam arus bolak-balik(AC) yang ditimbulkan karena arus dc yang terputus-putus lewat pada induktor bisa menghasilkan arus AC sebagai penyempurnaan rangkaiannya dipasanglah dioda.

switching+dioda

Jadi guna dioda diatas untuk menghilangkan arus ac yang dihasilkan oleh induktor akbiat putus nyambungnya arus dc tersebut, sedangkan untuk menggerakkan transistor mosfet tadi harus ada rangkaian lagi, mosfet hanya sebagai saklar saja, dari gambar awal saklar membutuhkan tenaga dari luar agar kontak yang terdapat didalam saklar bisa terhubung dan arus bisa lewat (Transistor FET pengganti Saklar), pada terapannya transistor atau mosfet juga membutuhkan penggerak dari luar juga tapi berupa tegangan.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Dunia Komunikasi

G+

  • Share postingan terbaru di blog sahabat di-Sini
  • Artikel Terkait

    0 comments:

    Poskan Komentar

    Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Seputar Postingan Diatas.

    Caranya, Pilih sesuai dengan account yang anda miliki, untuk yang tidak ada silahkan gunakan Name/URL:

    Name : isi dengan Nama/Alias/10-28/Callsign.
    URL   : isi dengan Url Website/Blog/Gplus/Facebook/Twitter/dll

    Mohon untuk tidak meninggalkan link aktiv/spam!, Terimakasih untuk komentar dan diskusinya.Untuk promo/iklan tidak akan diterbitkan gunakan dan lihat halaman pasang iklan.terimakasih